sponsor

Breaking News
Loading...
Wednesday, September 28, 2011

Pelaku Buka Situs MotoGP dan Berita Afganistan

 
Tas hijau milik pria misterius tergeletak di lantai warung internet Solonet dekat Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Minggu (25/9/2011). Pria yang berciri fisik sama dengan jasat pria misterius di depan pintu masuk GBIS Solo tersebut menitipkan tas kepada petugas warnet dengan alasan hendak ke toilet. Saat diperiksa, tas itu berisi Alquran, sarung, charger ponsel, masker, dan lap kacamata.

 
Pria yang diduga sebagai pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Jawa Tengah, sempat membuka situs balap MotoGP di sebuah warung internet dekat gereja. Ia juga membuka berita-berita soal kekejaman tentara Amerika Serikat di Afganistan.
Sebelum melakukan aksinya, pria tersebut sempat menitipkan tas kepada Rina, petugas warnet Solonet yang berlokasi sekitar 200 meter dari GBIS Kepunton. Kepada penjaga warnet, pria itu mengaku hendak buang air ke toilet. Keduanya sempat mengobrol sejenak. Laki-laki tersebut mengaku dari Jakarta dan hendak mencari pekerjaan di Solo.
"Kalau logatnya sih sepertinya bukan orang Jawa karena ngakunya tak bisa bahasa Jawa. Tapi, kelihatannya bukan orang Solo," kata Rina kepada Tribunnews.com.
Setelah pergi, pria itu lantas kembali lagi ke warnet. Sama seperti yang pertama, ia menuju ke bilik nomor 9. Pria itu mulai mengakses internet kira-kira pukul 10.15 WIB dan mengganti username untuk mengakses internet dari Oki menjadi Eko. Kali ini pria tersebut hanya bermain sekitar 10 menit, lantas keluar. "Setelah selesai, ia lantas keluar tak tahu ke mana. Tasnya tetap ditinggal," ujar Rina.
Petugas warnet mengatakan, dari catatan di komputer yang digunakan oleh pelaku, diketahui bahwa pria tersebut sempat membuka situs balap motor MotoGP 2011. Pelaku kemudian membuka situs berita dan membaca sejumlah artikel, antara lain, tentang kekejaman tentara AS di Afganistan, aksi bom bunuh diri, dan perjuangan para mujahid.
Pelaku juga sempat mengganti baju sebelum menuju ke GBIS Kepunton. Di dalam tas yang ditinggalkannya terdapat Al Quran, minyak wangi, charger baterai ponsel, dan pulpen.
 
Terduga Pelaku Meninggalkan Tas di Warnet
Aparat keamanan berjaga di lokasi ledakan di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, Minggu (25/9/2011). Garis polisi pun langsung dipasang untuk menutup akses warga yang hendak mendekat saat berjalannya pemeriksaan oleh tim forensik.

 
Korban tewas yang diduga pelaku peledakan di dalam GBIS Kepunton, Solo, sebelummya diduga masuk ke warung internet yang jaraknya 200 meter dari gereja. Laki-laki muda itu dua kali melakukan akses internet di bilik nomor 9 dengan dua nama berbeda.
Pertama laki-laki muda itu melakukan akses internet atas nama Oki. Dia membuka internet dari pukul 08.37 hingga pukul 09.28. Namun menurut pemilik warung internet (warnet) itu, Sunu, billing time warnet lebih cepat 24 menit. Diperkirakan waktu akses internet laki-laki itu antara pukul 08.13 dan pukul 09.04.
Menurut Sunu, yang mengutip keterangan petugas di warnet miliknya, laki-laki muda itu lalu keluar dan masuk lagi beberapa menit kemudian. Ia masuk ke bilik nomor 9 juga, kali ini menggunakan nama Eko, dan tercatat melakukan akses internet pukul 10.43 hingga 10.56 (10.19 hingga 10.32).
Sunu menyebutkan, laki-laki muda berkaca mata itu lalu sempat masuk ke kamar mandi di warnet. Setelah keluar kamar mandi, tas yang dibawanya dititipkan kepada penjaga warnet.
"Sampai sekarang laki-laki itu belum balik lagi," kata Sunu.
Diduga, laki-laki itulah yang menjadi salah satu korban dalam ledakan di GBIS Kepunton, Solo, pukul 10.55.
Di dalam tas yang ditinggalkan laki-laki muda itu antara lain terdapat Al Quran, minyak wangi, dan pulpen.
Sunu menambahkan, saat mengakses internet, laki-laki itu antara lain membuka soal Osama, Amerika Serikat, dan Afganistan.

Terduga Pelaku Ganti Baju di Warnet

Satu unit ambulance disiagakan di halaman Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS) Sepenuh, Solo, pascaledakan bom, Minggu (25/9/2011).

Seorang lelaki yang diduga kuat sebagai pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo, Minggu (25/9/2011), sempat terlihat memasuki warung internet tak jauh dari lokasi sebelum masuk ke gereja.
Pengelola warnet Solonet di Jalan Arifin, sekitar 200 meter dari gereja yang berada di Jalan AR Hakim Nomor 49, Kota Solo, Sunu, mengatakan, orang tersebut sempat masuk ke kamar mandi warnet untuk berganti baju. "Sempat masuk kamar mandi, lalu keluar sudah ganti baju," katanya tanpa menyebutkan warna baju pelaku.
Terduga pelaku, katanya, juga membuka komputer untuk akses internet dua kali di salah satu bilik dengan menggunakan nama "Eko" dan "Oki". Orang itu pun menitipkan tas ransel berwarna abu-abu yang antara lain berisi Al Quran, sarung, masker, tas telepon seluler, dan kain pengelap kacamata di warnet tersebut.
Penjaga SD Kepatihan Kota Surakarta, yang berada 200 meter dari gereja, Ny Budi, mengatakan, pelaku juga sempat masuk halaman sekolah itu, tetapi kemudian keluar lagi meninggalkan tempat itu.
Ledakan bom bunuh diri terjadi di gereja setempat sekitar pukul 10.55 setelah sekitar 1.000 umat setempat selesai kebaktian Minggu. Sebanyak 15 korban luka dirawat di RS Dokter Oen dan tiga lainnya di RS Brayat Minulyo, Kota Solo.
Sumber: http://nasional.kompas.com